13 Tips Menginap di Hostel Dormitory ala Catatan Backpacker



Saya ingat sekali dulu awal-awal memulai perjalanan, untuk merangkai itinerary saja membutuhkan waktu yang lumayan lama. Belum lagi kita harus mencari akomodasi tempat menginap, lalu ingin makan di mana, ingin nongkrong di mana, dan masih banyak hal lainnya. Sebenarnya masalahnya hanya dua, yaitu waktu dan budget. Kalau waktu dan budget unlimited sih seharusnya nggak masalah ya. Namun, saat itu keuangan belum bener, tapi hasrat akan jalan-jalan udah menggebu banget.

Setelah dilihat-lihat, ternyata ada beberapa celah yang bisa dimodif sedikit agar pengeluarannya tak terlalu banyak. Salah satunya adalah akomodasi. Sebagai traveler yang menganut perjalanan ala backpacker, saya harus bisa menyiasati bagaimana caranya agar tetap murah, namun aman dan nyaman. Akhirnya setelah membandingkan satu sama lain, ada beberapa pilihan akomodasi yang saya dapatkan. Hotel, Apartemen, dan Hostel. Hotel saya kesampingkan karena budget saya saat itu tipis. Apartemen juga saya nggak pilih karena saya hanya traveling sendirian, jadi untuk apa besar-besar. Dan akhirnya tersisa pilihan terakhir yaitu Hostel. Di sini ada dua pilihan, hostel private atau hostel dormitory, Nah lho?


Hostel Nine Hours Osaka .


Kapsulnya lumayan kecil tapi pas kok.

Sebagai backpacker yang memiliki jiwa banyak teman yang tinggi, akhirnya saya memilih Hostel Dormitory. Nah bagi yang belum tau hostel Dormitory ini seperti apa, anggap saja hostel ini seperti Dorm atau asrama. Jadi satu kamar itu kita tidur tumpak blek alias campur aduk sama orang yang nggak kita kenal. Nah campur aduknya itu berapa orang? Start dari tiga orang per kamar, empat orang, enam orang, delapan orang, hingga 20 orang. Yang 20 orang pernah tuh saya pas nginep di Phi Phi Island. Luar biasa ramenya satu kamar. Saya juga pernah tidur di hostel kapsul saat di Osaka. Harganya juga masuk ke kantong, hanya 350 ribu per malam. Sangat murah kalau dibandingkan dengan tidur di hotel biasa di Jepang.


Hostel paling murah di Jepang ya model kaspsul begini.

Tentunya, ada plus minus dari menginap di kamar dormitory ini. Plusnya yang pertama adalah biayanya jauh lebih murah dibandingkan kamar biasa. Yang kedua, kita bisa ketemu dengan banyak teman baru. Ketiga, kita bakal ngerasa punya keluarga baru (apalagi saya yang kalau traveling biasanya long term). Tapi ada plus, selalu ada minusnya. Nah minusnya sekalian saya ngasih tips ya gimana caranya agar aman dan nyaman tidur di kamar dormitory.


Aturan menginap di hostel kapsul atau dormitory.

Tips Menginap di Kamar Dormitory ala Catatan Backpacker

1. Pastikan kamu menginap di daerah yang jelas, dekat tempat wisata atau stasiun. Jangan memaksa mencari yang murah tapi jauh, nanti repot sendiri. Biasakan cek review hostelnya.

2. Selalu simpan barang berhargamu di loker. Biasanya, hostel menyediakan loker untuk menyimpan barang berharga. Jika ternyata apes nggak ada loker, mungkin bisa tanyakan solusinya ke resepsionis.

3. Selama tidur, simpan barang-barang berhargamu di bawah bantal. Kalau tas, pastikan talinya di ikat ke tangan agar terasa kalau ada yang menarik tas kita. Biasana sih kalau handphone saya charge disamping kepala, lalu saya pasang aplikasi yang dimana berfungsi sebagai alarm jika ada yang mencabut kabel charger dari handphone. Otomatis bunyi dong kalau ada yang mau ambil hape kita,

4. Cobalah untuk berinteraksi dengan orang lain di kamarmu. Paling nggak lakukan background check tentang beberapa orang di kamarmu, seperti nama dan asalnya. Kalau ada apa-apa paling nggak kita ada backup.

5. Tak perlu pamer gadget-gadgetmu di dalam kamar dorm. Act natural. Intinya jangan memancing. Barang berharga kayak kamera dan semacamnya disembunyikan saja.

6. Pastikan kalau ruang tidurmu paling nggak ada tirai atau penutupnya. Ada sih beberapa yang emang nggak ada, tapi jauh lebih aman dengan tirai.

7. Cek apakah hostelmu menyediakan sarapan. Kalau nggak ada ya mau nggak mau harus jajan kan.

8. Selalu bawa barang pentingmu kalau keluar kamar, meskipun hanya ke lobby atau ke kamar mandi.

9. Bawa sabun-sabunmu atau handukmu sendiri. Biasanya hostel dormitory ini memiliki kamar mandi umum yang bisa digunakan oleh penghuni dorm. Jadi bagi kamu yang mementingkan personal hygiene bisa bawa peralatan mandinya sendiri.

10. Biasanya, hostel juga digunakan oleh pekerja yang tinggal di daerah tersebut. Biasanya mereka sudah tinggal di dorm tersebut lama sekali, hitungan bulan bahkan tahun. Nah orang seperti ini yang harus minimal kamu kenali, karena dia yang paling tahu kondisi dormitorymu.

11. Bawa sandal sendiri, dan jangan gunakan plastic pada malam hari. Berisik banget soalnya, nanti tetangga kamarmu terbangun lagi.

12. Saya selalu menggunakan sarung sebagai alat multifungsi. Percaya deh, sarung gunanya banyak banget di dormitory. Bisa jadi tirai dadakan, pengganti eye mask, penutup muka, dan banyak lainnya.

13. Bawa gembokmu sendiri, jika ada koper yang nggak muat di loker. Double safety is a must.
Nah sekarang gimana caranya kalau mau booking hostel? Gampang aja. Biasanya saya selalu menggunakan Booking.com saat mencari hostel.


Tampilan Booking.com saat memesan Hostel.


Deskripsi yang sangat detail tentanh hostel yang dipilih.

Kenapa Booking.com ? Saya selalu menggunakan Booking.com karena tersebar di seluruh dunia- ada 29 juta database akomodasi di 153 ribu destinasi di 227 negara mulai dari hostel, apartemen, hotel, villa, resort, pokonya semuanya ada dari kelas melati sampai bintang lima. Selain itu, FREE Cancelation dari Booking.com juga bermanfaat banget, misal suatu saat ada halangan jadinya kita bisa cancel penginapan kita. Dan tidak ada Booking Fee saat memesan layanan apapun di Booking.com. Pilihan pembayaran juga enak, bisa bayar di Alfamart, atau pakai Kartu Kredit. Bahkan, bisa juga bayar langsung di hotel nanti saat checkin tapi dengan kondisi kamar sudah kamu booking. Gak takut lagi kehabisan kamar. Harganya juga kompetitif dan banyak promo menarik serta gift bagi para pengguna Booking.com. Tapi yang paling terbaik sih, bisa di akses dimanapun, mulai dari gawai Android dan Ios, ataupun website.



Promo terbaik, pembatalan gratis, pembayaran tanpa kartu kredit, dan bisa bayar di tempat! Luar biasa!

Gimana, mudah bukan? Emang nyari akomodasi itu sebenernya gampang, asal kita mau cari tahu dan kita juga paham segimana sih kapasitas dompet kita. Ya kalau saya sih kalau traveling apalagi khususnya ke luar negeri, Booking.com udah jadi pilihan terbaik.
By the way, bagi kamu yang punya pengalaman  tidur di hostel atau serupa dengan cerita di atas. Share pengalaman kamu di sini yaa …


Sponsored by Booking.com




1 comment:

  1. Wahh bener banget bang. Selalu safety di setiap keadaan...
    Gunain hostel kayaknya seru juga bang.

    ReplyDelete