Kalau kamu sudah membaca postingan INI dan INI, sepertinya kamu tertarik untuk mengunjungi prefektur Okayama. Tak hanya kuliner yang lezat, buah-buahan yang segar, dan pilihan akomodasi yang bervariasi, banyak aktifitas seru yang bisa kamu lakukan selama kamu mengelilingi prefektur yang berada di selatan Jepang ini. Karena kebetulan saya mengunjungi Okayama saat musim panas, jadi pas banget saat buah-buahan lagi panen, lagi masanya orang liburan, dan banyak festival yang bisa kamu datangi.
Aktifitas apa aja yang bisa kamu lakukan saat musim panas di Okayama? Yuk monggo disimak daftar di bawah ini.

1. Jalan-Jalan Santai di Taman Nasional Hiruzen.


Taman Nasional Hiruzen adalah salah satu spot destinasi yang wajib dikunjungi kalau kamu ke Okayama. Lokasinya hanya sekitar dua jam dari Okayama City via darat. Karena kali ini musim panas, saya bisa melihat bunga matahari yang sedang mekar-mekarnya dan melihat langsung sapi-sapi yang di ternak disini. Di beberapa bagian juga terdapat taman bermain yang lengkap dengan hidangan BBQ restaurant. Di Hiruzen memang terkenal banget akan sapi-sapinya karena mereka punya yang jenis sepi yang mereka namakan Sapi Jersey. Sapi Jersey ini menghasilkan susu dengan karateristik rasa yang unik dan mengandung lemak yang cukup banyak jadi uenak pol apalagi kalau dijadiin es krim. Kebetulan saya mencoba es krim dari susu sapi Jersey, dan rasanya luar biasa!


2. Berendam di Yubara Onsen


Onsen atau kolam air panas sudah menjadi budaya bagi orang Jepang. Saat lelah sepulang kerja, biasanya orang-orang Jepang mampir ke onsen untuk berendam. Terdapat banyak jenis onsen, diantaranya onsen alami atau onsen buatan. Di onsen ini juga ada peraturan tertentu misalnya harus bebersih dahulu dan telanjang total saat masuk ke dalam kolam. Nggak perlu khawatir, karena onsen pria dan wanita dipisah. Tapi menurut info sih, katanya ada onsen yang digabung lho! Kebetulan onsen yang saya datangi ini dipisah, jadi ya aman-aman saja hehe. Kamu bisa menikmati Onsen alami di Yubara Onsen yang ada di Maniwa City atau onsen-onsen kecil di kota Kibi.


3. Menguji Adrenalin di Adventure Forest


Suka main di Outbond? Kamu harus coba mampir ke Adventure Forest karena banyak tantangan yang cukup ngeri yang akan menguji keseimbangan dan keberanian kamu. Yang harus diperhatikan adalah kesimbangan, keberanian, dan sedikit nekat. Ada total tiga stage, satu stagenya terdiri dari beberapa rintangan yang diakhir dengajn flying fox. Saya gagal di stage dua di rintangan terakhir karena saya nggak seimbang dan akhirnya jatuh. Payah.


4. River Trekking di Sungai Yamanori.


Panasnya Jepang saat musim panas bikin kamu gerah dan pengen segara basah-basahan? River trekking solusinya! Sungai Yamanori ini letaknya tepat dibawah lembah dan hutan yang lebat. Kami menghabiskan waktu hamper tiga jam untuk menyusuri sungai Yamanori ini. Jeramnya sedang tak terlalu deras, mungkin karena musim panas. Selain menembus jeram, kita juga dituntut untuk mendaki air terjun dan berenang melintasi sungai. Oh iya, ada satu tips yang saya dapat saat river trekking disini. Di sini, kaos kaki digunakan diluar sepatu agar tak licin saat mendaki. Awalnya saya juga sempat ragu, eh saat dicoba beneran jadi gak licin lho! Mungkin tips ini bisa kamu lakukan juga ya!


5. Tour Sepeda Anti Capek di Kibi Town!


Kok bersepeda anti capek? Yaiyalah, sepeda yang saya gunakan adalah sepeda yang dibantu dengan motor listrik. Jadi gowesnya enteng banget, padahal saya menempuh jarak puluhan kilometer selama beberapa jam naik turun bukit. Pemandangan bukit-bukit di Kibi ini menarik banget dijelajahi dengan naik sepeda! Oh iya, jangan lupa untuk mampir ke petani jagung setempat karena seriusan, jagung Kibi ini rasanya luar biasa enak, manis dan juicy banget. Saya berani bilang, jagung ini adalah jagung paling enak yang pernah saya makan!


6. Berfoto ala Kaisar di Okayama Castle.


Okayama castle ini sama seperti umunya kastil lain di Jepang yang punya sejarahnya masing-masing. Jadi bagi kamu pecinta sejarah pasti suka banget eksplor istana ini, apalagi banyak spot instagramble untuk foto. Oh iya jangan lupa untuk mencoba berpakaian ala Kaisar dan Ratu yang di kastil ini. Biayanya gratis, tapi dibatasi per hari nya kalau nggak salah hanya lima orang saja, jadi kalau bisa datang pagi-pagi sekali biar dapat jatah. Smileeee!


7. Menikmati Keindahan Taman Korakuen.


Percaya atau nggak, Korakuen Garden ini merupakan salah satu taman dari tiga taman terindah and tercantik yang ada di Jepang. Dua lainnya adalah Kenrokuen Garden di Kanazawa dan Kairakuen Garden di Mito. Saya sempat mengunjungi Konrakuen Garden di Kanazawa, dan menurut saya sama cantiknya dengan si Korakuen ini. Banyak banget spot instagrambale untuk foto, dan ada saung khusus untuk beristirahat kalau capek berjalan. Lokasinya nggak jauh dari Okayama Castle jadi wajib sekalian mampir kesini.


8. Mampir ke Kota Tua Kurashiki.


Kota Tua Kurashiki ini mereupakan salah satu kota yang bersejarah karena dulunya terkenal dengan kota perdagangan. Seperti kota tua pada umumnya, rumah-rumah di Kurashiki ini didominasi dengan rumah tradisional ala Jepang dengan warna yang minimalis dan nggak mencolok. Banyak gang-gang sempit yang hanya bisa dilalui pejalan kaki dan bagus banget untuk berfoto. Kamu juga bisa mampir ke took oleh-oleh yang menjaul berbagai macam pernah Pernik atau makanan khas Okayama. Oh iya, kalau kamu males jalan, kamu juga bisa mengikuti tour perahu sampan lho melintasi sungai yang membelah kota Kurashiki.


9. Menari Bersama di Momotaro Festival!


Salah satu festival yang nggak bisa kamu lewatkan saat berkunjung ke Okayama di musim panas adalah Momotaro Festival. Banyak kegiatan yang dilakukan saat Momotaro Festival ini antara lain festival kembang api dan Parade Uraja. Dari mulai siang hari, para kontestan penari Parade Uraja akan menari sembari berlatih di beberapa public area seperti didepan stasiun Okayama. Disini, kita juga bisa ikut latihan menari lho, karena malam harinya nanti akan diadakan satu parade besar dimana semua orang di Okayama akan berembuk di satu jalan dan menari bersama mengikuti musik dan lagu! Tariannya sebenernya simple dengan lagu pop khas Jepang, tapi karena durasinya yang cukup lama hingga dua jam tak terasa bikin keringetan dan kaki pegel-pegel. Tapi dijamin seru abis apalagi kalau kamu ikut menari sama yang bening-bening, duh bahaya nih hehe.



Jadi gimana, udah menentukan liburan akhir tahun ini kemana? Yuk jalan-jalan ke Okayama, banyak hal menarik lainnya yang bisa kamu lakukan. Naik Shinkanshen nggak sampai satu jam kok dari Osaka. Gimana, tertarik ?






Ada empat hal yang menjadi faktor penentu utama seseorang dalam menentukan sebuah destinasi perjalanan. Mulai dari transportasi, akomodasi, makanan, dan aktifitas yang bisa dilakukan. Di Jepang, semua orang tahu bahwa banyak sekali pilihan trasnportasi yang bisa dipilih mulai dari MRT, bus, taxi, Monorail, dan banyak lainnya. Untuk kuliner, jangan Tanya. Berat badan saya naik 5 kilogram selama trip tiga kali bolak-balik Jepang kemaren. Aktifitas juga sangat banyak yang bisa kita lakukan selama disana. Tapi bagaimana dengan akomodasi? Apakah hanya hotel atau hostel biasa saja?

Jika kamu menjawab “Ya”, berarti kamu salah besar. Ada beberapa pilihan jenis akomodasi yang bisa kamu pilih kalau kamu bepergian ke Jepang. Inilah beberapa pilihan jenis akomodasi yang saya coba selama saya eksplor prefektur Okayama kemarin. Monggo disimak!

1. Ryokan, Rumah Tradisional Jepang


Ryokan ini intinya adalah penginapan tradisional ala Jepang. Mulai dari bentuk bangunannya, isinya, kasurnya, kamar mandinya, semuanya ala-ala tradisional namun disewakan untuk pelancong. Kalau kamu sering nonton Doraemon, begitulah Ryokan, seperti rumah Nobita lengkap dengan teras, ruang tamu, kamar mandi, dan ruang tidur. Kalau yang mewah, malahan ada ruang minum teh juga. Edan. Ryokan banyak dipilih karena kadang tarifnya bisa murah banget dan nuansa Jepangnya dijamin dapet banget.

Yang perlu diperhatikan, Ryokan ini banyak jenisnya. Mulai dari ryokan biasa, ryokan tradisional, ryokan modern, dan ryokan hotel. Ryokan biasa itu seperti penginapan mini yang bentuknya seperti rumah tradisional. Biasanya sih kecil dan harganya super murah. Lalu ada juga ryokan tradisional dengan ukuran yang lebih besar tapi tetap terasa nuansa tradisionalnya. Kalau ryokan modern, sudah lengkap dengan onsen pribadi (kolam air panas) dan biasanya include dengan makanan. Kalau ryokan hotel, ya sebenarnya hotel dari luar lengkap dengan reception, minimarket, bar dan kafe, tapi untuk bagian kamarnya seperti ryokan tradisional

Kebetulan saat di Okayama, saya menginap di Yubara Kokusai Kanko, salah satu Ryokan Hotel yang lokasinya berada di kota Maniwa. Yubara Kokusai Kanko ini bagus banget deh karena menggabungkan sisi modern dan tradisionalnya juga. Kamarnya kerasa banget ala-ala Jepang, dan ada onsen alami tepat didepan hotel yang mengalir langsung dari bendungan diatasnya! Tak lupa, makan malam dan sarapan yang disajikan itu luar biasa lengkap dan enak. Segala macam seafood ada! Untuk kehalalan tenang saja karena semua makanan bisa request seafood. Bagi yang mau menginap disini, biaya per orangya mulai dari 1,8 juta rupiah.

Yubara Kokusei Kanko

Alamat: 16 Yubaraonsen, Maniwa, Okayama Prefecture 717-0402, Jepang
Telepon: +81 867-62-2111


2. Tinggal di Homestay Bersama Warga Lokal


Kalau kamu ingin merasakan lagi sisi tradisional dan kearifan lokal di Jepang, mengapa kamu tidak memilih untuk tinggal di rumah warga? Homestay bisa jadi pilihan tepat bagi kamu yang senang berpetualang dan berkomunikasi dengan orang baru. Ketika di kota Kibi, salah satu kota kecil yang berada di pinggiran prefektur Okayama, saya dan teman-teman tinggal di rumah Mi-Chan yaitu warga lokal yang menjadikan rumahnya sebagai homestay. Berbeda dengan Ryokan yang sebenarnya sama saja dengan hotel tetapi tampak tradisional, kalau homestay ini tradisional juga plus kita tinggal langsung dan berinteraksi dengan si empunya rumah.

Homestay Michan ini dikelilingi sawah dan perbukitan, yang bikin saya nyaman selama disana. Hanya ada satu jalan yang tepat berada disamping rumah Michan, itupun jarang orang yang lewat. Di sore hari, saya main ke kebun Michan dan membantu beliau memetik buah dan sayuran seperti  terong, timun jepang, blueberi, pare, tomat, kabocha, daun bawang, okra, dan lainnya. Setelah itu saya mencoba membantu Michan untuk memasak makan malam kami sendiri. Usai makan malam, kami bermain kembang api bersama keluarga Michan. Serasa rumah sendiri!

Tetapi yang patut diperhatikan saat tinggal dihomestay adalah selalu siap untuk menggunakan  Google Translat karena tak semua host homestay mengerti Bahasa Inggris. Selama di rumah Michan, saya mengajari Michan menggunakan Google Translate dan beliau amat sangat senang sekali karena sebelumnya belum pernah menggunakan Google Translate! Jadi ikut senang. Saya merasa dianggap seperti keluarga sendiri oleh Michan.

Jadi bagi kamu yang inign mencoba suasana yang berbeda, mungkin bisa memilih homestay. Harganya juga bisa lebih murah dibanding Ryokan. Harga per malam, Homestay Michan sekitar 8000 yen itu sudah termasuk makan malam dan sarapan pagi. Untuk makanan, nggak perlu khawatir kehalalannya karena Michan sudah biasa menerima tamu muslim jadi segala makanan yang kita makan semuanya bahannya halal, bahkan piring dan sumpitnya saja baru beli semua. Jadi worth it untuk dicoba nih!

homestay MICHAN

Alamat : 535-2 Yoshikawa, Kibichou Town, Kaga-kun, Okayama.
Reservasi ke Kibichou Town Hall ( +81-866-54-1301)


3. Hotel Konvensional


Yak kalau kamu pengennya simple dan nggak ribet, kamu bisa langsung nginep di hotel modern saja. Banyak sekali pilihan hotel yang bisa kamu cek langsung di internet. Beberapa hotel yang saya sarankan adalah Granvia Okayama dan ANA Crowne Plaza Okayama. Bagi kamu yang sudah baca tulisan tentang Kuliner di Okayama, kamu harusnya sudah tau tentang Peach Mark yang menandakan kehalalan suatu kuliner atau akomodasi yang menyediakan makanan halal. Kalau belum, nih saya tulisin lagi yak.




Peach Mark 1 menandakan bahwa restoran tersebut punya menu berbahasa Inggris dan akan ada tanda jika ada makanan yang mengandung pork atau turunannya.




Peach Mark 2 ini level nya lebih tinggi. Jauh lebih strict aturannya. Restoran/hotel harus punya sertifikasi Peach Mark 1 terlebih dahulu baru bisa mendapat Mark 2. Jika restoran punya logo ini, ia harus mempunyai menu vegetarian, dan menu yang tidak mengandung pork dan alkohol sama sekali.
Nah, Granvia Okayama dan Ana Crowne Plaza kebetulan punya logo Peach Mark. Jadi, dengan menginap disini, kamu gak perlu khawatir dengan halal atau nggaknya, karena nanti saat ambil makan tinggal cek aja ada logo Peach Marknya atau nggak. Simpel kan ga perlu takut ragu mengambil makanan?

Granvia Okayama
Address: 1- Ekimotomachi, Kita, Okayama, Okayama Prefecture 700-8515, Japan
Phone: +81 86-234-7000

Ana Crowne Plaza Okayama
Address: 15-1 Ekimotomachi, Kita, Okayama, Okayama Prefecture 700-0024, Japan
Phone: +81 86-898-1111

Ya itulah tiga jenis akomodasi yang saya temukan di prefektur Okayama. Bagi kamu yang ingin ke Jepang khususnya Okayama, semoga artikel ini bisa menjadi referensi untuk kamu. Selamat jalan-jalan!